Sabtu, 07 November 2009

Boros Pangkalnya Hutang !!!

Dalam kehidupan kita sehari-hari pasti mendengar kata belanja, yang tidak asing di telinga kita, karena kita sering menggunakan kata belanja dalam konteks perekonomian, baik didunia usaha maupun dalam rumah tangga.
Kesuksesan seseorang dilihat dari pintarnya dia dalam mengolah uang nya dari pendapatan yang dia miliki dan pengeluaran dalam kehidupnya, seseorang tidak akan berhasil apabila dia tidak bisa mengatur uang nya dengan baik walaupun uang yang dia peroleh cukup besar, biasanya orang yang boros, pasti tidak memiliki tabungan,
Mau tau lebih lanjut klik aja yach..!!!


apabila uang yang diperolehnya besar pasti akan tetap terus merasa hasil yang dia peroleh tidak maksimal dan selalu merasa kekurangan, hal ini sangat menyedihkan, bagaimana kalau misalnya uang yang diperoleh turun drastis, dan biasanya orang yang selalu menerapkan pola boros akan susah dihilangkan, kalau ada uang langsung dihabiskan saat itu juga tanpa melihat kebutuhan yang akan datang, pokoknya kebutuhan yang dimasa sekarang terpenuhi, dan hanya bisa bergumam, ah pasti ada jalannya untuk memenuhi kebutuhan yang tiba-tiba terjadi misalnya sakit, atau kebutuhan yang perlu dibayarkan dalam jumlah yang besar, kalau memang tidak ada uang yang diperoleh dari hasil kerja sendiri, alhasil ujungnya-unjungnya adalah berhutang.
Saya melihat di sekitar lingkungan saya, dan saya berkesimpulan ternyata masalah terbesar dalam diri mereka adalah tidak bisa mengatur dengan baik uang yang diprolehnya, baik uang yang didapatkan itu sedikit atau besar, yang pada akhirnya berhutang, parahnya lagi mereka berhutang untuk memenuhi kebutuhan pokok yang paling penting, sedangkan uang penghasilannya yang habiskan untuk membeli barang-barang yang tidak berguna.
Biasanya orang-orang yang boros itu mudah terpengaruhi oleh tawaran-tawaran yang menggiurkan pada awal bulan dengan diskon yang besar-besaran, sehingga sering terjadi penghasilan yang diperoleh sudah habis pada pertengahan bulan, walaupun begitu tetap saja apabila masih ada tawaran yang sangat menggiurkan, tidak ada uang tidak jadi masalah, semua keinginan bisa terbeli, walau dengan cara berhutang apalagi sekarang sudah ada kartu kredit yang dengan mudah tinggal digesek tanpa mengetahui bagaimana melunasinya, tanpa disadari hutangnya semakin menumpuk, ya kalau tidak prinsip gali lubang, tutup lubang.
Jadi menurut saya, mereka yang merasa serba kekurangan atau merasa uang yang didapat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya, itu mereka yang tidak bisa mengatur uangnya dengan baik, yang paling banyak buat membeli sesuatu yang tidak berguna. Untuk itu hendaknya sekarang, mulai melakukan perubahan tahap demi tahap yang pastinya membutuhkan proses yang tentunya didukung oleh niat pada diri kita, karena tidak ada kata terlambat, dengan begitu kita membantu negara kita dalam hal mengurangi kemiskinan, dengan kita belajar untuk lebih berhemat lagi dan pintar dari mengatur uang dapat terhindarkan oleh hutang.

0 komentar: