Moralitas adalah suatu pedoman yang dimiliki individu atau sekelompok orang, yang telah mengetahui dan dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik atau mana yang jahat, sehingga perlu dilakukan kegiatan yang terpuji dan memberikan pengaruh positif bagi pihak-pihak yang terkait, jika dilakukan dengan kejujuran dan konsekuensi akan menghasilkan kepuasan dan kepercayaan satu sama lain, yang pada akhirnya terjalin kerja sama yang erat yang saling menguntungkan.
Moral pertama kali diserap ketika kita masih anak-anak dari keluarga, dan bertumbuh dari pengetahuan ajaran agama dan budaya yang dimilikinya, dari situlah diaplikasikan didalam kehidupan sehari-hari. Sehingga orang yang mendasari bisnisnya pada agama akan memiliki moral yang terpuji didalam kehidupan bisnis, karena agama mengajarkan dan mengatur seseorang dalam melakukan hubungan dengan orang lain dan mengajarkan kepada umat Nya untuk memiliki moral yang baik.
Namun, tidak berarti bahwa pasar atau dunia bisnis semuanya menganut moral yang terpuji tetapi sebaiknya dalam kehidupan berbisnis jangan mengabaikan moral, yang kita butuhkan adalah pengawasan yang dilakukan pemerintah dapat dilakukan dengan baik, dan masyarakat yang memberikan penilaian. Kita berharap dalam kehidupan berbisnis tidak menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan sehingga tidak ada yang dirugikan.
ETIKA
Etika merupakan suatu pedoman yang digunakan untuk mengukur suatu tingkah laku yang tidak berkenan baik secara individu maupun kelompok. Etika berbeda dengan hukum atau regulasi, di mana hukum dan regulasi jelas aturan main dan sanksinya, atau dengan perkataan lain hukum atau regulasi adalah etika yang sudah diformalkan.
Jadi dengan demikian, etika tersebut memang tidak memiliki sanksi yang jelas, selain barangkali sanksi moral, atau sanksi dari Yang Maha Kuasa. Jadi, jika bersandar kepada definisi hukum, maka melanggar etika belum tentu berarti melanggar hukum. Jika melanggar hukum, sanksinya jelas berupa pidana atau perdata, sementara itu melanggar etika sanksinya tidak jelas, atau hanya sanksi moral semata. Jadi, sering etika tidak begitu diperhatikan. Hanya dapat menyebabkan seseorang akan merasa bersalah dan seakan semua orang menuding dirinya bersalah, padahal tidak ada sanksi fisik yang mengikutinya, dapat dikatakan bahwa moral tersebut sudah menjadi bagian dari individu yang bersangkutan.
Etika berkenaan dengan pedoman yang bersifat sakral, sopan, baik, terpuji, kejujuran, dihormati, penuh tata krama, bermoral, tidak mencurangi, tidak merugikan, tidak menyusahkan orang lain, dan sebagainya. Sedangkan kata etika sering muncul pada saat keadaan yang tidak nyaman yang sedang terjadii, yang dianggap mengganggu suasana, maka perbuatan orang lain menjadi sasaran bai keadaan evaluasi keadaan tersebut.
ETIKA BISNIS
Etika bisnis merupakan etika terapan. Etika bisnis merupakan aplikasi pemahaman kita tentang apa yang baik dan benar untuk beragam institusi, teknologi, transaksi, aktivitas dan usaha yang kita sebut bisnis. Pembahasan tentang etika bisnis harus dimulai dengan menyediakan kerangka prinsip-prinsip dasar pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan istilah baik dan benar, hanya dengan cara itu selanjutnya seseorang dapat membahas implikasi-implikasi terhadap dunia bisnis.Etika dan Bisnis, mendeskripsikan etika bisnis secar umum dan menjelaskan orientasi umum terhadap bisnis, dan mendeskripsikan beberapa pendekatan khusus terhadap etika bisnis, yang secara bersama-sama menyediakan dasar untuk menganalisis masalah-masalah etis dalam bisnis.
Etika bisnis merupakan suatu tatanan perbuatan baik yang harus diacu dan dijadikan pedoman untuk melakukan bisnis yang menciptakan keuntungan tanpa bersifat merugikan pihak lain baik langsung maupun tidak langsung secara moral.
Etika bisnis akan mempengaruhi tingkah laku individu dalam suatu bentuk sosial, khususnya hubungan sosial ekonomi, sehingga dari tingkah laku tersebut dapat diidentifikasi apakah terdapat pelanggaran etika dari suatu kelompok sosial tertentu terhadap kelompok sosial lainnya dalam melakukan hubungan sosial.
Sumber :
1.http://entrepreneur.gunadarma.ac.id/e-learning/attachments/040_etika%20bisnis%20dan%20kewirausahaan.pdf
2. http://fe.usu.ac.id/files/Etika%20bisnis%20manajemen-ritha8.pdf
3. http://www.ririsatria.net/2008/10/07/etika-bisnis-pentingkah/
4. http://entrepreneur.gunadarma.ac.id/e-learning/materi/1-artikel/40-etika-bisnis.html
5. modul etika bisnis STIE BISNIS INTERNASIONAL INDONESIA oleh Sumarsid.SE.MM Dosen program S1.
Sabtu, 10 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





-002.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar