Tepat
tia plenna kusdevinna, keponakan ku yang pertama, telah lahir kedunia dengan selamat tanpa kekurangan satu apapun. Kami sekeluarga menyambut berita yang baik tersebut dengan penuh bahagia, karena sudah lama hari kelahiran itu dinanti-nantikan.
Kami sekeluarga mengucap penuh syukur kepada Tuhan, atas anugrah yang diberikan kepada kami. Namun seiring dengan rasa kebahagiaan tersebut, kami dikejutkan dengan berita tidak enak didengar yaitu lingkar kepala Gratia ternyata tidak normal dalam arti lebih besar, karena didalam otak gratia dipenuhi oleh cairan yang harus cepat-cepat dikeluarkan karena cairan tersebut sudah hampir menggenangi sebagian otaknya. Penyakit ini didianogsa oleh dokter bernama hydroma. Perasaan kami dari senang berubah menjadi sangat sedih, tetapi ketika kami melihat Gratia, dia terlihat bayi yang sehat, lucu, menggemaskan dan dia tersenyum kepada kami seperti mengisyaratkan untuk jangan bersedih semua akan cepat membaik, setelah melihat senyuman Gratia, kami seperti diberi kekuatan untuk tetap mengupayakan segala cara menyembuhkan Gratia.
Kami mengetahui bahwa biaya pengobatan Gratia pastinya besar, segala rencana sudah kemi pikirkan dengan menjual sebagian harta yang kami miliki, kalau perlu seluruhnya demi menyembuhkan Gratia, walau kata orang belum tentu sembuhlah, kalau operasinya gagal bagaimana, efek operasi nantinya bagaimanalah karena berkaitan dengan otaknya, namun kami tetap terus berusaha dan tetap bersatu terlebih kami juga mempunyai saudara dan teman dekat yang siap membantu kami.
Kami yakin semuanya sudah diatur oleh Tuhan, kami sedang diuji, kami tidak merasa kesal kepada Tuhan, bahkan kami membutuhkan kuasa Tuhan untuk menyembuhkan Gratia. Semua orang kami beritahu keadaan Gratia, bahkan semua orang ikut mendoakan Gratia. Waktu itu kami berpikir jangan cepat-cepat dilakukan tindakan operasi dahulu, karena dilihat dari usianya yang baru 2 hari, masih ada proses perkembangan bagi otaknya, kami mencari segala informasi tentang penyakit Gratia, cairan tersebut bisa keluar
tanpa melalui operasi melalui keringat, buang air kecil, dan kami putuskan dilihat perkembangannya lagi kedepannya dengan terus menerus kontrol pada dokter.
Seiring dengan berjalannya hari, kami selalu memberikan susu yang terbaik, tempat ruangan kamar yang higienis, pokoknya serba steril serta terus melatih otak Gratia dengan berbagai cara, agar otaknya berkembang dengan seringnya mengajaknya dia mengobrol, tersenyum, tertawa, menyanyi dan menarikan tangan serta tidak lupa terus menerus berdoa kepada Tuhan kesembuhan bagi Gratia. Ternyata Gratia selalu memberikan respon yang bagus, hari demi hari selalu ada saja kepintaran Gratia perbuat.
3 bulan berlalu, kata dokter lingkar kepala Gratia tidak ada tanda-tanda membesar dari sebelumnya dalam arti sudah ada perubahan sedikit lebih mengecil lingkar kepalanya. Beberapa bulan berikutnya berlalu sampai pada akhirnya lingkar kepala Gratia dikatakan sudah normal seperti bayi pada umumnya, dan dikatakan tidak perlu dioperasi karena sudah terlihat lingkar kepalanya sudah normal apalagi ditambah Gratia terlihat pintar, ini berarti otaknya berkembang dengan baik. Mendengar berita tersebut betapa senangnya hati kami, mengucapkan syukur yang sangat tak terhingga, kami merasa kuasa Tuhan benar-benar nyata, hanya dengan Doa yang sungguh dan perhatian yang lebih mampu mennyembuhkan penyakit.
Setelah satu tahun empat bulan umurnya tiba, Gratia sudah bisa berjalan, menari dan berjoget kalau mendengar lagu, giginya sudah tumbuh banyak, sudah bisa ngomong beberapa kata (penempatan kata yang dia ucapankan tepat seperti kalau mau naik atau turun ketempat tidur dia bilang “naik” “turun”, kalau ada yang makan dan dia mau coba dia bilang “mau” ,kalau ada suara yang bikin dia kaget dia bisa mengucapkan kata “kaget”, kalau ada barang yang jatuh dia bilang “jatuh”, kata “lagi”, kalau kakinya kena sesuatu yang membuatnya sakit dia bilang “sakit”,sekarang sudah tidak pakai pempres karena dia sudah tahu kalau mau buang air kecil dia akan bilang “pipis”, bahkan kalau mau buang air besarpun dia bisa bilang “pup”, kalau dia ingin membuka pintu, dia bilang "buka", Gratia juga sudah bisa nyanyi kalau ada cicak dia menyanyi “cicak di dinding” walau cuman 2 kata tersebut yang bisa dia ucapkan tapi dia ada nadanya dan kalau kita nyanyi “datang seekor nyamuk” dia bisa menjawab “hap” dan lagu burung kakak tua, baru bisa sedikit-sedikit, dia hanya bisa menyanyikan satu kata terakhir, misalnya kita nyanyi “burung kakak” dia jawab “tua”, “hinggap di jen” dia jawab “dela” dan seterusnya. Gratia juga sudah bisa cium tangan. Dada, kiss bye, kedipin mata, ciciripit, tos, dan satu lagi kelebihan Gratia, dia genit kalau ada cowok, dari yang asih kecil sampai yang tua kalau menurut dia ganteng pasti minta digendong dan diajak main olehnya, kalau jelek dicuekin dasar bayi baru satu tahun udah ngerti cowok serta dia suka berkaca, ganjennya Gratiaku. Gratia itu bisa jadi anak yang paling disayang semua anggota keluarga karena kita semua sayang banget sama dia.
Semakin hari perkembangan Gratia semakin bagus, itu semua berkat dan rahmat Tuhan, trimakasih Tuhanku, kami tidak akan melupakan semua kebaikan Engkau kepada kami. Amin.





-002.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar